Home » General » Asas Otonomi Daerah dan Pengertiannnya

Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai wilayah terbesar nomor 4 sedunia selain itu Indonesia juga mempunyai macam macam daerah yang sangat beragam. Kita sebagai warga Indonesia jelas menghuni di wilayah daerah baik itu daerah asal tempat tanah lahir kita ataupun daerah tempat tinggal alias domisili, dan pasti Anda sudah mengetahui bahwa daerah yang sedang kita tempati itu pasti dipimpin oleh pemerintah daerah. Pemerintah daerah disini adalah menjalankan tugas pemerintahannya sesuai dengan asas otonomi daerah yang seluas luasnya, dan yang dimaksud  pemerintah daerah itu seperti gubernur memimpin tingkat provinsi dan bupati atau walikota memimpin kabupaten  dan kecamatan dipimpin oleh camat dan lain sebagainya.

Dalam menjalankan tugas pemerintahan daerah, pemerintah daerah mendapatkan hak otonomi daerah. Otonomi daerah adalah segala hak, kewajiban, wewenang atau kekuasaan dalam memimpin daerah dalam rangka hal mengatur atau menyelenggarakan pemerintahan daerah sesuai aturan yang berlaku. Berikut kami akan menjelaskan tentang dari asas – asas  otonomi daerah mari kita simak penjelasannya dibawah ini.

 

otonomi daerah

 

1. Asas Desentralisasi

 

Ingin Menambah Ilmu dan Wawasan

Pengertian atau definisi asas otonomi daerah adalah aturan yang mengatur daerahnya sendiri.

selain itu baca juga objek kajian sosiologi

www.draftgorenh.com

 

Menurut Undang Undang No. 32 tahun 2004 asas desentralisasi adalah penyerahan wewnang pemerintahan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam mengurus sistem pemerintahannya dalam menganut sistem negara kesatuan republik Indonesia. Dalam desentralisasi pelimpahan hak wewenang berlangsung antara lembaga – lembaga di pusat dengan lembaga – lembaga di pemerintahan daerah. Ketegangan atas tarik ulur wewenang kekuasaan pemerintah daerah saat ini mengacu pada pembagian kekuasaan dan wewenang, dilihat dari hubungan pusat dan juga daerah yang berhak dan paling berwewenang dalam mengatur pemerintahannya sebagai berikut.

  1. Hubungan pusat dan daerah tidak boleh hak – hak daerah untuk berprakarsa.
  2. Hubungan pusat dan daerah juga tidak boleh mengurangi hak hak rakyat untuk turut serta secara bebas menyelenggarakan pemerintahan daerah.
  3. Hubungan pusat dan daerah dapat berbeda beda antara daerah satu dengan daerah lainnya
  4. Hubungan pusat dan daerah yaitu dapat mewujudkan kesejahteraan sosial bagi masyarakat yang ada di daerah tersebut.

 

2. Asas Dekonsentrasi

 

Asas dekonsentrasi ini sama halnya dengan asas desentralisasi , asas dekonsentrasi juga memiliki makan pendelegasian wewenang dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah atau dari badan otonom yang derajatnya lebih tinggi ke badan otonom yang derajatnya lebih rendah. Pemerintah pusat tidak mungkin kehilangan wewenangnya karena instansi dibawahnya pemerintah daerah melaksanakan tugas mereka atas nama pemerintah pusat. Jadi, dekonsentrasi dapat diartikan sebagai penyebaran atau pemancaran wewenang pusat kepada petugas – petugasnya yang tersebar di wilayah – wilayah untuk melaksanakan tugas dari pemerintah pusat, namun yang diserahi ini hanya bidang administratif atau tata usaha dalam penyelenggara negara. Dalam asas desentralisasi di atas pelimpahan wewenang tetapi hanya pada bidang administrasi penyelenggara negara adalah merupakan makna dari sifat desentralisasi dapat kita sebut juga dengan asas dekonsentrasi .

 

asas otonomi daeah

 

3. Asas Tugas Pembantuan (Medebewind)

 

Asas tugas pembantu atau medebewind adalah salah satu asas hukum otonomi daerah yang bersifat membantu pemerintah pusat atau pemerintah yang tinggi kekuasaannya dalam menyelenggarakan negara atau kekuasaan yang lebih tinggi tersebut. UU No. 5 tahun 1974 tentang desa secara lugas meyatakan bahwa tugas pembantu ikut serta dalam menyelanggarakan urusan pemerintahan yang di tugaskan kepada perangkat desa oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah. UU No. 5 tahun 1974 mengandung dua hal penugasan dan pertanggung jawaban yang bisa mengandung pemahan kaidah tentang asas dekonsentralisasi, yang menyiratkannya adanya hubungan antaraatasan dan bawahan.

Nah itulah yang bisa saya tulis semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda, sekian Terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tentang Kami

Menulis adalah hobi kami, membagikan ilmu bermanfaat adalah energi kami. Menambah ilmu adalah bensin kami.

Hubungi kami di halaman kontak kami.

Artikel Bermanfaat

Media Informasi Online


var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,3931198,4,0,0,0,00010000']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })(); simple hit counter