Home » General » Ringkasan Perjuangan dan Perlawanan Rakyat Bali

Bali merupakan salah satu pulau kecil yang ada di Indonesia letak pulau bali sendiri ada di seberang pulau jawa, meskipun pulau bali ini merupakan wilayah yang kecil dan sempit tapi pulau bali ini mempunyai beberapa kerajaan besar seperti kerajaan buleleng dan kerajaan karang asem, sehingga belanda tertarik untuk mendapatkan wilayah di daerah pulau dewata tersebut. Keinginan belanda untuk menguasai pulau bali mulai pada tahun 1841 masehi dan seluruh rakyat atau raja bali dipaksa harus tunduk dan mengakui pemerintahan belanda, dan rakyat bali pun tidak terima dengan sikap belanda yang sewenang wenang sehingga belanda mendapatkan perlawanan dari rakyat bali.

 

perlawanan rakyat bali

 

Keinginan belanda untuk menguasai pulau bali tidak selalu pernah berhasil karena rakyat bali masih menganut adat istiadat atau tradisi yang bersifat konservatif, selain itu di pulau bali ini mereka rakyat bali melakukan perlawanan terhadap belanda ketika belanda berkali kali memaksakan kehendaknya untuk menghapus hak tawan karang yang menurut mereka sangat merugikan pihak belanda, hak tawan karang yaitu sebuah peraturan dimana ada kapal yang terdampar di wilayah pulau bali itu menjadi hak untuk raja – raja yang ada di pulau bali, telah berulang kali kapal belanda hendak di rampas oleh rakyat bali, namun mereka selalu saja menolak dan mengadakan perjanjian agar terbebas dari peraturan hak tawan karang tersebut, dan mereka selalu ikut campur dengan urusan kerajaan yang ada di bali tidak hanya itu bahkan mereka mengajukan tuntutan seperti berikut.

 

Ingin Menambah Ilmu dan Wawasan

Perlawanan rakyat bali pada belanda patutlah kita hargai dengan semangat berjuang mereka dalam mempertahankan wilayahnya merupakan suatu hal yang bisa kita hormati

 

Baca juga Proses pembentukan tanah

www.draftgorenh.com

Tuntutan Belanda kepada Kerajaan di Bali

 

  1. Membebaskan belanda dari hukum atau peraturan hak tawan karang
  2. Kerajaan bali mengakui pemerintahan belanda
  3. Kerajaan bali harus melindungi perdagangan milik pemerintah belanda
  4. Semua raja raja di bali harus tunduk dan patuh terhadap perintah dari kolonial belanda

 

Dan semua tuntutan diatas itu di tolak mentah – mentah oleh rakyat bali sehingga pada tahun 1846 terjadilah pertempuran antara belanda dan bali untuk memaksa raja buleleng agar menandatangani isi surat perjanjian perdamaian yang isinya antara lain sebagai berikut ini

 

  1. Pasukan belanda di tempatkan di wilayah buleleng
  2. Benteng kerajaan buleleng agar segera di bongkar oleh pasukan belanda
  3. Biaya perang harus ditanggung oleh raja buleleng

 

Nah setelah itu kesemua perjanjian itu tidak diindahkan lagi sehingga pihak belanda terpaksa harus melakukan kekerasan dengan rakyat bali tujuannya agar pulau bali beserta raja rajanya bisa ditundukkan dengan negara belanda. Dan dalam melawan perlawanan dengan rakyat bali pihak belanda mengerahkan pasukan militer secara besar besaran dengan tahap sebagai berikut.

 

Perlawan Rakyat Bali

perlawanan rakyat bali mengusir penjajah

Dalam pertempuran dengan rakyat bali pihak belanda ini mengerahkan pasukan militer secara besar besaran sebanyak tiga kali, yang pertama pada tahun 1846, dan tahap kedua pada tahun 1848, dan pada tahap ketiga pada tahun 1849. Berikut ekspedisi atau tahap – tahap yang dilakukan belanda terhadap rakyat bali.

 

  1. Ekspedisi pertama pada tahun 1846 dengan pasukan militer 1.700 orang dalam pertempuran ini belanda gagal untuk menaklukan rakyat bali, dan rakyat bali berhasil mengusir para penjajah dari belanda tersebut.
  2. Ekspedisi kedua pada tahun 1848 kali ini belanda mengerahkan pasukan yang lebih besar dari serangan pertama namun hal ini perlawanan belanda disambut dengan I Gusti Jelantik, sehingga dalam penyerangan yang kedua pasukan belanda juga dapat dipukul mundur perang ini dikenal dengan perang Jagaraga I
  3. Dan yang terakhir Ekspedi ketiga pada tahun 1849 menyebabkan pemerintah hindia mengirimkan pasukan lagi sebesar 4.177 orang pasukan dan perang ini juga dikenal dengan perang Jagaraga kedua  yang hasilnya rakyat bali mampu dikalahkan, perang ini berlangsung 2 hari 2 malam dan dalam pertempuran itu I Gusti jelantik dan beberapa pasukan rakyat bali mampu melarikan diri.

 

Namun setelah perang itu rakyat bali tidaklah diam merea terus melakukan serangan salah satunya serangan itu dipimpin oleh I Nyoman Gempol dan juga Ida Made Rai, tapi mereka tetap mengalami kegagalan, dan perlawanan masih berlanjut hingga pada tahun 1905 atau setara dengan abad ke 20.

Nah itulah penjelasan mengenai perlawanan rakyat bali semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda sekian, Terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tentang Kami

Menulis adalah hobi kami, membagikan ilmu bermanfaat adalah energi kami. Menambah ilmu adalah bensin kami.

Hubungi kami di halaman kontak kami.

Artikel Bermanfaat

Media Informasi Online


var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,3931198,4,0,0,0,00010000']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })(); simple hit counter